SAR Jadikan Sidrap Sebagai Icon Lumbung Telur Nasional

KATA.NEWS, MAKASSAR – Bupati Kabupaten Sidrap, Syahruddin Alrif menegaskan komitmennya menjadi daerah yang dipimpinnya sebagai icon lumbung telur nasional.

Hal itu dikemukakan SAR, akronim Syaharuddin Alrif dalam pertemuan strategis bersama pengusaha ayam petelur, penyedia pakan, dan distributor obat-obatan hewan di Puncak Mario, Kecamatan Kulo, Jumat, (13/3/2026) malam.

Pada pertemuan itu, mantan Wakil Ketua DPRD Sulsel itu menjelaskan bahwa populasi ayam petelur di daerahnya terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Tahun lalu jumlahnya berkisar 4,6 juta ekor, kini meningkat menjadi 5.011.700 ekor.

“Saya sebagai kepala daerah harus memanfaatkan momentum ini untuk melakukan branding personality sekaligus menguatkan personal branding daerah. Sidrap harus menjadi ikon lumbung telur. Faktanya, Sulawesi Selatan berada di urutan keenam populasi ayam petelur terbanyak di Indonesia, dan kontribusi terbesarnya berasal dari Sidrap,” kata SAR.

Dengan peningkatan tersebut, Ketua NasDem Sulsel itu mendorong para pelaku usaha memperluas sistem kemitraan atau plasma bagi peternak baru guna meningkatkan produksi secara lebih masif.

Untuk mendukung peternak kecil dan menengah, Pemerintah Kabupaten Sidrap menyediakan dukungan pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah, mulai dari 3 hingga 6 persen.

Tak hanya itu, SAR juga menyampaikan bahwa harga telur tetap mengacu pada Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp53.000 per rak. Kebijakan ini menjadi upaya pemerintah menjaga stabilitas harga melalui kesepakatan peternak dan pedagang.

Selain pasar reguler, Syaharuddin juga menyoroti peluang baru melalui program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di Sulawesi Selatan terdapat sekitar 820 dapur MBG dengan potensi penyerapan hingga 24 juta butir telur per bulan atau setara nilai ekonomi sekitar Rp43 miliar.

“Ini peluang besar. Sidrap sangat diuntungkan karena memiliki tiga komoditas utama yang tidak dimiliki banyak daerah lain, yaitu beras, telur, dan daging ayam. Potensi pasar kita sangat luas, mencakup wilayah Sulawesi hingga menyeberang ke Kalimantan,” urainya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Sidrap Ahmad Dollah menyampaikan bahwa pemerintah daerah menargetkan populasi ayam petelur mencapai 10 juta ekor dalam empat tahun ke depan.

Dia menjelaskan target tersebut akan dicapai melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.

“Kita sudah mencapai pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulawesi Selatan berdasarkan PDRB. Sasaran selanjutnya adalah memastikan kesuksesan sektor peternakan melalui sinergi seluruh pihak untuk mencapai tujuan Sidrap yang maju dan sejahtera,” pungkas Ahmad Dollah.

Diketahui, dalam kegiatan tersebut, sejumlah pemangku kepentingan lintas sektor ikut hadir. Diantaranya, legislator dPRD Sidrap Andi Sugiarno Bahri dan Bahrul Appas, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Patahangi Nurdin, Staf Ahli Bupati Anis Dahlan, serta Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Ahmad Dollah.

Selain itu, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut mendampingi bupati, di antaranya Kabag Ekonomi Haris Alimin, Camat Kulo Muhammad Arisal Asad, serta para kepala desa se-Kecamatan Kulo. Para pengusaha ayam petelur se-Kabupaten Sidrap serta perwakilan PT Cahaya Mario dan Tiga Putri juga turut hadir. (*)

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *