Santri Ponpes Syekh Hasan Yamani Ditawari Beasiswa Kuliah di Kampus Ternama di Arab Saudi

KATA.NEWS, JAKARTA – Atase Agama Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi di Jakarta memberikan peluang besar bagi santri dan santriwati Pondok Pesantren Syekh Hasan Yamani, Parappe, Campalagian, Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, yang ingin melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi ternama di Arab Saudi.

Tawaran beasiswa untuk kuliah di Makkah, Madinah dan Riyadh disampaikan langsung Kepala Kantor Atase Agama Kedubes Arab Saudi, Syeikh Ahmed bin Essa Al-Hazimi, saat menerima kunjungan rombongan santri Ponpes Hasan Yamani di Jakarta, Selasa (16/9/2025).

Kunjungan sekaligus silaturahmi dipimpin langsung Ketua Yayasan, K.H., Amin Said. Ini merupakan kali kedua pertemuan Ketua Yayasan dengan Syeikh Ahmed bin Essa Al-Hazimi setelah keduanya melakukan pertemuan sebelumnya.

Dalam pertemuan tersebut, Syeikh Ahmed secara pribadi mengapresiasi dan memuji kemampuan para santri dalam berbahasa arab.

Hal itu terlihat saat Syeikh Ahmed meminta santri memperkenalkan diri masing-masing dan mengajak mereka berdialog  menggunakan bahasa arab.

Dengan kecakapan berbahasa, Syeikh Ahmed kemudian secara khusus memberikan surat rekomendasi dan tautan khusus yang dapat digunakan santri-santri terbaik Ponpes Syekh Hasan Yamani untuk mendaftar beasiswa di Makkah, Madinah, maupun Riyadh.

“Ini berkah dari hasil pertemuan dengan Kepala Atase Agama Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi. Peluang ini harus betul-betul dimanfaatkan dengan maksimal,” kata K.H., Amin Said dalam pesan yang dikirim ke Redaksi Kata.News.

Apalagi, kompetensi berbahasa Arab yang dimiliki santri mendapat pengakuan langsung dari perwakilan Arab Saudi yang berujung pada penawaran beasiswa untuk kuliah di negara yang dijuluki sebagai “Negara Minyak” dan “Tanah Dua Masjid Suci”.

Peluang beasiswa ini menjadi bukti konkrit bahwa Pondok Pesantren Syekh Hasan Yamani Parappe, Campalagian ini tidak hanya
pada pengembangan pendidikan keagamaan, melainkan juga membuka ruang dan akses bagi santrinya mampu bersaing di tingkat internasional serta memiliki wawasan yang global.

Dengan adanya rekomendasi langsung dari Kedubes, para santri sudah memiliki jalur istimewa untuk dapat melanjutkan jenjang studinya keperguruan tinggi ternama di tanah Arab.

Di akhir pertemuan, Syeikh Ahmed menyampaikan niatannya akan berkunjung langsung ke Pondok Pesantren Syekh Hasan Yamani, di Polman Sulawesi Barat pada kesempatan mendatang.

Sebagai kenang-kenangan, setiap santri dan santriwati menerima buah tangan berupa Al-Qur’an poket dan pulpen.

Sekadar diketahui, para santri dan santriwati yang hadir baru saja mengikuti World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025 di Cibubur, 9–14 September 2025 yang diprakarsai  Pondok Modern Darussalam Gontor dalam rangka perayaan 100 tahun.

Kegiatan itu menjadi jambore pramuka muslim tingkat global pertama di Indonesia, dengan mempertemukan ribuan pramuka muslim dari berbagai negara dalam memperkuat persaudaraan, budaya dan kepemimpinan. (*)

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *