KATA.NEWS, POLMAN – Sebanyak 16 santri dan Santriwati Ponpes Syekh Hasan Yamani, Parappe, Campalagian, Kabupaten Polman akan beradu wawasan dan skill ke pramukaan pada ajang Jambore Internasional 2025 yang dipusatkan di Bumi Perkemaham Cibubur, Jakarta Timur, pada tanggal 9-14 September mendatang.
Kegiatan Jambore dunia itu diikuti ribuan peserta. Tidak hanya dari dalam negeri, melainkan dari pelbagai negara belahan dunia turut serta.
Jambore dunia ini diselenggarakan untuk memperingati sekaligus merayakan 100 tahun keberadaan Pondok Modern Darussalam Gontor, Jawa Timur.
“Selain ajang menambah dan memperluas wawasan. Kegiatan ini juga sekaligus menjalin persatuan, kepemimpinan, dan nilai-nilai kepramukaan,” kata Pimpinan Ponpes Syekh Hasan Yamani, Ustadz Fachri Tajuddin Mahdi, saat melepas santri dan santriwati pada kegiatan tersebut, Rabu (3/9/2025).
Ustadz Fachri menyampaikan rasa haru dan bangga atas keikutsertaan para santri dalam ajang berskala internasional itu.
Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menjaga akhlak, membawa nama baik pesantren, serta menjadikan kegiatan tersebut sebagai ajang menambah wawasan dan pengalaman global.
“Ini merupakan kesempatan emas bagi para santri untuk menunjukkan bahwa generasi pesantren juga mampu bersaing dan berkontribusi dalam forum internasional,” ujar Pimpinan Pondok.
Tak hanya itu, kegiatan dunia ini menjadi momentum baik bagi santri sekaligua sebagai sarana memperkenalkan nilai-nilai santri kepada dunia internasional.
Adapun mengenai 16 santri dan santriwati yang diberangkatkan, lanjut Pimpinan Pondok adalah merupakan santri pilihan berdasarkan
proses seleksi dan pembinaan intensif.
Para santri-santriwati tersebut kemudian akan bergabung dengan kontingen nasional yang mewakili Indonesia di ajang bergengsi ini.
“Kita berharap ada pengalaman baru yang bisa didapat dari sana dan kemudian diterapkan di pondok nantinya,” urainya.
Diketahui, berbagai agenda kegiatan dalam pelaksanaan jambore internasional itu, antara lain seperti pertukaran budaya, pelatihan kepemimpinan, keterampilan pramuka, hingga diskusi lintas bangsa. (*)





